Kegiatan BERGITAR (Belajar Sosiologi Asyik dengan Digital) Sebagai Wujud Pembelajaran Adaptif dan Mendalam
I.Pendahuluan
Inisiasi kegiatan BERGITAR dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang saya lakukan saat mengajar di kelas XI mata pelajaran sosiologi, berdasarkan hasil observasi, saya mendapati rendahnya motivasi belajar murid, sebagai contoh dari 36 jumlah murid dalam satu kelas, terdapat 7 sampai 10 murid yang tidak semangat selama proses pembelajaran, tidak konsentrasi saat belajar, mengobrol saat guru sedang menjelaskan, dan ada pula yang tertidur di kelas. Rendahnya motivasi belajar tersebut berkolerasi dengan hasil belajar STS (Sumatif Tengah Semester) Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 yang tidak mencapai KKTP (Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran).
Berdasarkan hasil observasi tersebut, maka saya berinisiatif untuk melakukan idenfitikasi kebutuhan belajar murid dengan melakukan FGD (Focus Group Discussion) dan asesmen diagnostik, didapatkan bahwa murid memiliki keinginan untuk belajar sosiologi dengan cara yang lebih menarik yaitu memanfaatkan digital atau teknologi. Keinginan untuk memanfaatkan digital pada proses pembelajaran sosiologi agar lebih kreatif dan menyenangkan. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan karakteristik murid masa kini.
II. Pembelajaran Adaptif dalam Program BERGITAR
Pembelajaran adaptif merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid dengan memperhatikan kebutuhan, minat, kemampuan, dan gaya belajar mereka. Dalam pembelajaran adaptif, guru berperan sebagai fasilitator yang membantu murid mengembangkan potensinya secara optimal. Kegiatan BERGITAR lahir dari keinginan murid untuk belajar sosiologi dengan cara yang lebih menarik dan kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital agar pembelajaran lebih visual dan interaktif.
Melalui kegiatan BERGITAR, murid diajak membuat komik digital yang berkaitan dengan materi sosiologi menggunakan aplikasi desain Canva. Kegiatan ini memberikan ruang bagi murid untuk belajar sesuai kreativitas dan kemampuan masing-masing. Murid yang memiliki kemampuan desain dapat mengembangkan potensinya lebih jauh, sedangkan murid yang masih mengalami kesulitan mendapatkan pendampingan dari guru maupun teman sebaya.
Pembelajaran adaptif yang diterapkan dalam kegiatan BERGITAR membuat murid merasa lebih dihargai dan terlibat aktif dalam pembelajaran. Ketika murid merasa pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka, motivasi belajar akan meningkat. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi menjadi aktivitas yang membosankan, tetapi menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
III. Pembelajaran Mendalam melalui Media Digital
Selain menerapkan pembelajaran adaptif, kegiatan BERGITAR juga mencerminkan pembelajaran mendalam. Dalam pembelajaran mendalam, murid tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami makna, menganalisis informasi, serta mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan BERGITAR, murid tidak hanya mempelajari teori sosiologi secara tekstual, tetapi juga diminta mengubah materi tersebut menjadi komik digital yang menarik. Proses ini membutuhkan pemahaman konsep yang baik karena murid harus mampu menyederhanakan materi, menentukan alur materi untuk dijadikan cerita, memilih ilustrasi yang sesuai, dan menyampaikan pesan sosial yang terkandung dalam materi pembelajaran secara efektif.
Misalnya, ketika murid membuat komik tentang konflik sosial atau interaksi sosial, mereka perlu memahami fenomena tersebut terlebih dahulu sebelum menuangkannya ke dalam bentuk visual. Dengan demikian, murid tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga mengolah dan merepresentasikan kembali pengetahuan yang diperoleh. Inilah inti dari pembelajaran mendalam, yaitu proses belajar yang melibatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. 
IV. Dampak Positif Kegiatan BERGITAR
Kegiatan BERGITAR memberikan banyak dampak positif bagi murid. Salah satu dampak utamanya adalah meningkatnya motivasi dan minat belajar murid terhadap mata pelajaran sosiologi. Pembelajaran yang kreatif dan berbasis digital membuat murid lebih antusias mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, juga mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis murid. Dalam proses pembuatan komik digital, murid dituntut untuk mampu memahami materi, mengembangkan ide cerita, serta menyampaikan pesan secara menarik dan mudah dipahami.
Kegiatan BERGITAR juga membantu murid mengembangkan keterampilan digital yang sangat penting di era modern. Kemampuan menggunakan aplikasi desain, mengelola media sosial, dan membuat konten digital menjadi bekal yang bermanfaat bagi murid di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kreativitas murid.
V. Penutup
Kegiatan BERGITAR merupakan salah satu contoh inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital. Melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran sosiologi, kegiatan ini berhasil menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi murid. Kegiatan BERGITAR juga menjadi implementasi nyata pembelajaran adaptif dan mendalam. Pembelajaran adaptif terlihat dari proses pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan, minat, dan kemampuan murid, sedangkan pembelajaran mendalam tercermin dari proses murid memahami dan mengolah materi secara kritis serta kontekstual melalui media digital.
Dengan adanya kegiatan BERGITAR, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan di masa depan. Oleh karena itu, inovasi pembelajaran seperti BERGITAR perlu terus dikembangkan agar pendidikan mampu menghasilkan generasi yang kreatif, kritis, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Untuk melihat kumpulan hasil karya desain komik sosiologi dari kegiatan BERGITAR murid, dapat diakses pada link berikut :
https://drive.google.com/file/d/1OWWDHj9HQI_GxKHBh1xNtQlB3bZTJvk8/view?usp=sharing


_page-0001.jpg)
Comments
Post a Comment